Warna Tinja Anak Cacingan Pada Balita Dan Anak-Anak

Anak kecil biasanya sangat rentan terhadap infeksi cacing, bagaimana warna tinja anak cacingan? Penyebab utamanya adalah kurangnya kebersihan. Misalnya seorang anak bermain di tanah kemudian tidak mencuci tangannya, atau mungkin seorang anak memasukkan mainan ke dalam mulutnya. 

Hal-hal tersebut dapat memicu masuknya telur cacing ke dalam perut jenis cacing yang sering ditemukan menginfeksi anak kecil adalah cacing kremi. Untuk gejalanya sendiri biasanya agak sulit dideteksi. 

Bagaimana Tanda Dan Warna Tinja Anak Cacingan?

Ibu harus benar-benar memperhatikan kebiasaan anaknya agar cacingan tidak semakin parah. Cacingan jika tidak segera diobati dapat menimbulkan komplikasi penyakit lain, seperti gangguan usus dan gizi buruk. Nah, berikut beberapa tanda cacingan pada anak yang harus diwaspadai.

  1. Ada cacing pada tinja

Ciri kedua yang paling mudah terdeteksi adalah adanya cacing pada tinja pasien. Coba perhatikan ibu saat anak bab, umumnya cacing kremi juga akan keluar di permukaan feses. 

Cacing ini sangat kecil, pipih dan berwarna putih. Untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat, ibu juga dapat mengambil sedikit feses anak untuk dibawa ke rumah sakit atau laboratorium agar nantinya dapat ditentukan apakah anak positif cacingan atau tidak.

Warna Tinja Anak Cacingan
  1. Kotoran berbau busuk

Pada dasarnya feses pasti berbau tidak sedap, karena feses ini merupakan limbah dari makanan yang kita konsumsi. Namun bagi seseorang yang mengalami infeksi pada ususnya, biasanya bau feses lebih menyengat dan tidak sedap. Hal ini dialami oleh penderita cacingan. Warna tinja anak cacingan bening atau putih.

  1. Anus terasa gatal

Tanda cacingan yang paling sering dirasakan oleh penderitanya adalah rasa gatal pada daerah anus, bahkan menyebar ke vagina. Biasanya gatal ini akan semakin parah pada sore hingga malam hari. 

Karena pada saat itu cacing akan berpindah ke kulit sekitar anus dan bertelur disana. Itu sebabnya anak-anak gatal. Coba bunda perhatikan, apakah anak sering menggaruk anusnya. Jika iya, maka kemungkinan besar anak anda sudah terjangkit cacingan.

  1. Terdapat ruam pada anus

Cara lain untuk mendeteksi apakah anak anda terkena cacingan atau tidak, coba perhatikan anusnya. Umumnya penderita cacingan merasakan gatal pada anus, dan menggaruknya berkali-kali hingga memicu iritasi. 

Jika ibu menemukan ruam kemerahan di sekitar anus, kemungkinan besar anak terkena cacingan. Untuk memastikan hal tersebut, anda dapat membawanya ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Jadi warna tinja anak cacingan pucat atau putih.

  1. Turunnya nafsu makan

Akibat dari berbagai gejala yang muncul seperti nyeri perut, lemas dan mual, otomatis nafsu makan anak cenderung menurun. Biasanya anak lebih suka mengkonsumsi makanan ringan, seperti snack atau minuman daripada makanan berat (seperti nasi). 

Jika kondisi ini terjadi dalam jangka panjang, bukan tidak mungkin anak akan mengalami penurunan berat badan yang drastis. Karena sebagian nutrisi dalam tubuh sudah diserap oleh cacing, sedangkan anak tidak nafsu makan. 

Ini membuatnya menderita kekurangan gizi. Segera bawa ke dokter jika ibu menemukan tanda-tanda cacingan pada anak sebelum gejala semakin parah. madu vitummy adalah produk berkualitas untuk cacingan.

  1. Perut menjadi buncit

Bunda pasti sering mendengar bahwa anak cacingan biasanya berbadan kurus namun perutnya buncit. Ya, pernyataan itu memang benar. Seseorang yang menderita cacing usus kronis, bahkan dalam stadium kronis, akan mengalami pembengkakan pada ususnya sehingga menyebabkan perut tampak buncit. 

Namun, bagian tubuh lainnya masih terlihat kurus. Kondisi ini tidak boleh dianggap remeh. Ibu sebaiknya segera membawa anaknya ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Warna tinja anak cacingan putih atau bening.

  1. Sakit perut

Tanda cacingan pada anak selanjutnya adalah sakit perut. Umumnya sakit perut terjadi ketika telur cacing mulai berkembang biak dan menetas membentuk koloni. 

Cacing akan menghisap makanan cair di usus dan menginfeksi saluran pencernaan sehingga menimbulkan rasa sakit di perut. Jika anak sudah sampai pada kondisi tersebut, maka segera bawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Demikian ulasan yang bisa kami sampaikan mengenai warna tinja anak cacingan, semoga memberikan banyak manfaat.

Baca Juga: 5 Cara Hidup Sehat Mencegah Kanker

Tinggalkan komentar

19 − four =